ads

Info Nasib Honorer dan Para Eks Honorer Kategori Dua Usia Lebih Dari 35

Hasil Demo Honorer dan Para Eks Honorer Kategori Dua Usia Lebih Dari 35, Pendidikan merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk kehidupan seseorang, tidak hanya itu pendidikan juga berperan besar bagi kemajuan dan perkembangan sebuah bangsa. Sebuah bangsa yang maju dan besar tentu ditunjang dengan kualitas pendidikan yang memadai bagi warganya.

Kita tidak akan menjadi siapa siapa tanpa adanya seorang guru yang mendidik kita dari mulai kita mulai belajar di tingkat sekolah dasar, smp, sma dan lanjut perguruan tinggi hingga menjabat menduduki kursi di pemerintahan terhormat.

dengan gaji guru honorer yang sangat rendah dibandingkan dengan pekerjaan lainnya tidak menyurutkan semangat para guru honor untuk tetap selalu memberikan yang terbaik mengajar para peserta didiknya, hingga menjadi anak anak berprestasi berguna bagi nusa dan bangsa. dimana letak hati pemerintah ini yang tidak menoleh para abdi negara yang ingin memajukan pendidikan bangsa ini, yang membuat para guru honorer merangsak naik untuk demo hanya demi sebuah keadilan kesejahtraan. 

Info Nasib Honorer dan Para Eks Honorer Kategori Dua Usia Lebih Dari 35
Info Nasib Honorer dan Para Eks Honorer Kategori Dua Usia Lebih Dari 35

Selama perjalanan, mereka bergantian melakukan orasi. Pada intinya minta agar kesejahteraan tenaga honorer K2 lebih ditingkatkan. Sebagai  tenaga honor yang sebagian di antaranya sudah bekerja hingga 30 tahun, hanya mendapat insentif sebesar Rp 50.000 - Rp 100.000 per bulan. Selain itu  massa yang beberapa diantaranya membawa anak dan ada pula yang sedang mengandung tujuh bulan, juga minta agar diangkat sebagai ASN.

Mereka juga mengungkapkan, pada pertemuan sebelumnya, pernah dijanjikan menerima  insentif sebesar Rp 250.000 per bulan. Akan tetapi, hingga saat ini hal tersebut tidak pernah direalisasikan.

Janji bolong
Massa sempat menolak masuk ke gedung wakil rakyat, apabila hanya ditemui oleh unsur legislatif tanpa menyertakan eksekutif, khususnya Bupati Ciamis Iing Syam Arifin mauun Sekretaris Daerah Herdiat Sunarya. Setelah dilakukan lobi, akhirnya massa diterima oleh ketua DPRD Ciamis Nanang Permana didampingi Wakil ketua Mamat Rahmat, Ketua Komisi 4, Hendra Marcusi.

"Kami minta insentif sebagaimana yang dijanjikan pada pertemuan sebelumnya, sebesar Rp 250.000. Akan tetapi kenyataannya sampai saat ini janjji tersebut  hanya sekadar janji. Janji bohong. Sebagai tenaga K2, honor yang kami terima hanya Rp 100.000 per bulan, bahkan ada yang Rp 50.000," ungkap Ketua Paguyuban Honorer K2 Ciamis, Ani Radiany di depan wakil rakyat yang menemuinya.

Dia mengungkapkan kabupaten lain dapat mengalokasikan anggaran untuk tenaga K2, sedangkan Kabupaten Ciamis, hingga saat ini seolah tidak memedulikan nasib tenaga honorer. Permintaan K2, lanjutnya apabila tidak mampu memberikan insentif sesuai UMK Ciamis sebesar  Rp 1.4 juta, insentif yang diminta sebesar Rp 250.000.

Menaruh harapan
"Kami menaruh harapan kepada DPRD dapat membantu memerjuangkan insetnif. bahkan dalam pertemuan tadi bukan Rp 250.000, akan tetapi Rp 300.000. Dengan kondisi anggaran yang ada, apabila dapat masuk pada perubahan maka yang dibayar untuk bulan Oktober - Desember," ujarnya. 

Any  yang sudah 23 tahun mengabdi  sebagai honorer,  mengungkapkan saat ini jumlah K2 di wilayah Ciamis tercatat 1.152 orang. Pada akhir tahun 2017 ada sekitar 30 di antaranya yang memasuki masa pensiun.

Info Nasib Honorer dan Para Eks Honorer Kategori Dua Usia Lebih Dari 35
Info Nasib Honorer dan Para Eks Honorer Kategori Dua Usia Lebih Dari 35

"Ada yang pengabdiannya selama 30 tahun akan hangus, karena sudah berumur 56 - 57 tahun. Yang paling muda berumur 38 tahun. Kami tidak akan putus asa untuk terus memerjuangkan  nasib," katanya menegaskan. 

Pengangkatan dilarang
Sementara itu Asisten dua Setda Ciamis Soekiman menegaskan sesuai aturan sejak beberapa tahun belakang pemerintah dilarang mengangkat tenaga honorer. Desakan pengangkatan honorer menjadi ASN, lanjutnya harus disampaikan ke pemerintah pusat. Keberadaan K2, juga sudah masuk dalam daftar base di pusat.

"Saya mendukung honorer diangkat menjadi ASN, tentunya juga ada beberapa koridornya. Yang penting sekarang memegang SK pengangkatan lama yang tiap tahun diperpanjang. mari berjuang bersama," ujar Soekiman.***

3

0 Response to "Info Nasib Honorer dan Para Eks Honorer Kategori Dua Usia Lebih Dari 35"

Post a Comment